Mengenal Busana Muslim

Busana muslim adalah Pakaian (busana) yang digunakan atau dipakai sesuai dengan ajaran islam. Busana Muslim mencerminkan seorang muslimah yang taat atas agamanaya dalam tata cara berbusana. Busana muslim bukan hanya untuk menutup aurat saja tetapi dapat menjadi pelindung dari kejahatan, menjaga kesehatan, melindungi tubuh dari berbagai polusi ke kulit. Dizaman sekarang ini busana muslim sudah memiliki banyak perubahan, bnayak motif, krasi, dan model untuk pemakaiannya.

Mukena Ressy Busana Muslim

Mukena Ressy Busana Muslim

Beberapa macam dari pakaian, alat sholat, bhakan aksesoris lainnya, seperti Gamis Arab Ressy, Baju Koko Arjun Tangan Panjang, Baju Koko Arjun Tangan Pendek, Muken Abutai Batik, Mukena Abutai Kombinasi, Mukena Abutai Kombinasi Organdi, Mukena Monochrome, bahkan Aksesorisnya pun ada seperti Tas Bordir Tasikmlaya, Tas Bordir Kerancang, Clutch Bordir dll.

Walau begitu dalam memilih busana sangatlah penting, walaupun dizaman sekarang banyak pilihan dan model dari berbagai busana muslim adab dalam berpakaian haruslah digunakan.Islam melarang umatnya berpakaian terlalu tipis atau ketat (sempit sehingga membentuk tubuhnya yang asli). Kendati pun fungsi utama (sebagai penutup aurat) telah dipenuhi, namun apabila pakaian tersebut dibuat secara ketat (sempit) maka hal itu dilarang oleh Islam. Demikian juga halnya pakaian yang terlalu tipis. Pakaian yang ketat akan menampilkan bentuk tubuh pemakainya, sedangkan pakaian yang terlalu tipis akan menampakkan warna kulit pemakainya. Kedua cara tersebut dilarang oleh Islam karena hanya akan menarik perhatian dan menggugah nafsu syahwat bagi lawan jenisnya.

Hal ini rosullulloh Saw Bersabda : “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya, yaitu 1) kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam, 2) perempuan-perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka itu tidak bisa masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga itu dapat tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR Muslim)

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s